Jakarta Tanpa Bayangan Siang Ini, Begini Penjelasannya

loading…

JAKARTA – Fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi di Jakarta siang ini tepat pukul 11.40 WIB. Hal ini disebabkan bumi sedang mengalami kulminasi.

Kabag Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko mengatakan, kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena ketika matahari berada di posisi paling tinggi di langit.

“Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama. Pada saat itu matahari tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan hilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu hari kulminasi utama disebut juga sebagai hari tanpa bayangan,” jelasnya ketika dihubungi SINDOnews, Selasa (9/10/2018).

Di Jakarta, kata dia, kulminasi utama akan terjadi pada 9 Oktober 2018 sekitar pukul 11.40 WIB. Proses terjadinya kulminasi utama yakni karena bidang ekuator bumi/ bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

Dengan demikian, posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari pada tahun ini matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB dan 23 September 2018 08. 54 WIB.

“Adapun pusatnya pada 21 Juni 2018 pukul 17.03 WIB matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2018 pukul 05.23 WIB matahari berada di titik balik selatan,” tuturnya.

(thm)