Belanja cerdas

Menggiurkan. Satu kata ini bisa menggambarkan kondisi pasar e-commerce di Indonesia yang semakin hari tumbuh semakin pesat. Tak percaya? Mungkin hasil riset yang dirilis CupoNation bisa menjelaskannya. Informasi saja, mengutip Kompas.com, CupoNation merupakan portal kode diskon yang ditujukan khusus untuk situs-situs belanja online di Indonesia. Nah, berdasarkan riset CupoNation, total pendapatan pasar e-commerce di Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2016, misalnya, pendapatan pasar e-commerce mencapai US$ 6,143 miliar. Dan di 2017 nilainya mencapai US$ 7,538 miliar. CupoNation meramal, tahun ini pendapatan pasar e-commerce akan mencapai US$ 9,138 miliar. Sangat fantastis.

Apalagi ditambah dengan pengguna internet Tanah Air yang jumlahnya mencapai 84 juta orang. Semua pasti setuju jika pasar e-commerce merupakan tambang emas bagi mereka yang mampu memanfaatkan celah bisnis ini. Sayangnya, prospek cerah e-commerce harus tercoreng oleh aksi-aksi kriminal sebagian pihak yang ingin mengeruk untung dengan cara mudah.

Salah seorang teman saya beberapa waktu lalu bercerita, dirinya tertipu oleh penjaja online. Dia tergiur harga yang lebih murah dibanding toko online lain. Kesalahan teman saya adalah tidak teliti sebelum membeli. Padahal, ini bisa dilakukan dengan mengecek terlebih dulu nomor rekening penjual sebelum mentransfer dana di situs CekRekening.id. CekRekening.id adalah portal untuk melakukan pengumpulan database rekening bank yang diduga terindikasi tindak pidana.

Dalam beberapa hari terakhir, CekRekening.id mendadak viral di media sosial, khususnya Twitter. Padahal, layanan ini sudah diluncuran sejak 2017 lalu. Harus diakui, informasi mengenai pengecekan nomor rekening penipuan belum tersosialisasi dengan baik. Padahal, keberadaan situs ini sangat membantu untuk meminimalisir kejahatan e-commerce. Saya berharap, instansi terkait saling bersinergi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya penipuan online. Pun demikian dengan aparat penegak hukum, yang harus segera memikirkan strategi untuk menanggulangi aksi kejahatan ini.

Di sisi lain, masyarakat juga harus teliti dalam berbelanja. Sebaiknya jangan mudah termakan iklan atau promo menarik. Biasakan mengecek segala sesuatunya terlebih dulu. Mari budayakan belanja cerdas dari sekarang.•

Barratut Taqiyyah Rafie

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie